whatsapp
Yuk buat website sekarang!
Lebih baik web framework atau cms?

Lebih baik web framework atau cms?

Untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa layanan kita membutuhkan media online seperti website, kenapa harus website? karena era digital saat ini website adalah media promosi paling cocok agar produk atau jasa kita dikenal luas di seluruh dunia.

Umumnya website memiliki dua sifat yaitu statis dan dinamis, web statis adalah website yang hanya bisa dibaca, tidak flexible, konten tidak bisa di update secara langsung dan untuk meng-update semua isi dan kontennya perlu menulis ulang kode melalui teks editor. Contoh hanya menampilkan gambar, video, audio dan teks. Tapi seiring perkembangannya website sekarang lebih dinamis, artinya website saat ini memiliki fitur login, tombol feedback, update konten bahkan bisa membuat aplikasi pendaftaran, penjualan, perpustakaan dan lain-lain ini yang disebut web apps (aplikasi web).

Beberapa cara membuat website dan web apps:

Sebenarnya untuk membuat website memiliki banyak cara, misalnya Hardcoding (menulis langsung kode skrip html, css, atau javascript melalui teks editor), Native Code (Membuat sebuah perangkat lunak dengan bahasa pemrograman tertentu dan untuk platform tertentu termasuk untuk membuat website), Web Framework (kerangka kerja yang memudahkan untuk mempercepat pembuatan web apps), CMS (membuat website tanpa memerlukan skill pemrograman), Web Builder (membuat website dengan hanya drag and drop saja). Tapi saya disini tidak akan membahas semuanya hanya web framework dan cms yang akan saya bahas, mengapa? karena kedua perangkat lunak ini yang paling populer digunakan dalam pembuatan website / web apps untuk saat ini.

Apa sih framework?

Framework adalah “struktur pendukung dimana sesuatu dapat dibangun” ini menurut Cambridge Dictionary, jika diartikan dalam bahasa indonesia framework berarti “kerangka kerja”. Dalam ilmu komputer , framework merupakan perangkat lunak yang digunakan programmer untuk membangun dan mengembangkan aplikasi lebih cepat, terstruktur dan konsisten.

Framework terbagi menjadi dua jenis:

  1. Desktop Framework (kerangka kerja perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi desktop).
  2. Web Framework (kerangka kerja perangkat lunak yang digunkan untuk membuat aplikasi web dan website itu sendiri).

Jadi apa itu web framework?

Web Framework adalah kerangka kerja perangkat lunak yang digunakan untuk membangun dan mengembangkan aplikasi web dan website itu sendiri dengan mendukung ketersediaan pustaka, modul, dependensi, debugging dan bahasa pemrograman tertentu sebagai basis utamanya.

Fungsi web framework:

  1. Kode program lebih terstruktur dan konsisten.
  2. Mudah di maintenance.
  3. Mempercepat dan mempermudah pembuatan aplikasi web.
  4. Mudah untuk didokumentasikan oleh pengembang.
  5. Memiliki tingkat keamanan yang lebih karena framework telah mengantisipasi cela-cela keamanan yang mungkin timbul.
  6. Menghemat waktu pengembangan aplikasi web.

Jenis-jenis web framework:

Bahasa pemrograman PHP merupakan dasar dari pembuatan web framework paling banyak didunia yang dikembangkan oleh programmer baik secara individual ataupun kelompok organisasi tertentu bahkan oleh sebuah perusahaan.

  • Laravel
  • Codeigniter
  • Django
  • Ruby on Rails
  • Vue JS
  • .NET (Microsoft Dot NET)
  • Vaadin
  • Dan lain sebagainya

Pengertian cms?

Content Management System atau sering disebut CMS saja, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Secara umum sistem pengolahan konten adalah perangkat lunak atau aplikasi web yang membantu pengguna untuk membuat, mengelola, mengubah, dan memodifikasi konten di dalam website tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman khusus.

2 elemen content management system:

  • Content Management Application / CMA (Aplikasi Pengolahan konten).

    Elemen CMA digunakan untuk mengelola konten yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML untuk mengelola pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu situs web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster.

  • Content Delivery Application / CDA (Aplikasi Pengiriman Konten).

    Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut.

Beberapa cms terkenal yang banyak digunakan?

Sistem pengolahan konten sendiri selain dibuat dengan native code menggunakan bahasa pemrograman tertentu juga menggunakan sebuah web framework tertentu, misal drupal8 dan prestashop yang didasarkan pada symfony atau wagtail yang didasarkan pada web framework django. Penggunaan teknologi cms saat ini mencapai 37.1%.

  1. Wordpress

    Sekitar 40% website dibuat menggunakan CMS wordpress baik itu digunakan untuk membuat web personal blog, company profile, toko online. Wordpress ada yang opensource ada juga yang komersil, perbedaanya pada cara instalasinya saja jika di wordpress.org kita harus menginstal semua dependensi dan menkustomisasi domain maupun hosting sendiri sedangkan di wordpress.com sudah siap pakai dan kita tidak perlu repot instal web server, kustom domain dan lain-lain.

  2. Drupal

    Sebuah perangkat lunak sistem pengolahan konten multiplatform yang bebas dan terbuka yang di distribusikan di bawah lisensi GPL, pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang di seluruh dunia.

  3. Magento

    Merupakan perangkat lunak sistem pengolahan konten populer didunia untuk membuat website toko online maupun e-commerce.

  4. Odoo

    Odoo adalah sistem pengolahan konten multiplatform untuk ERP (Enterprise Resource Planning) dan manajemen bisnis termasuk crm (customer relationship management), penagihan, akuntansi, manufaktur dan manajemen proyek yang banyak digunakan dikalangan pebisnis perusahaan.

  5. Wagtail

    Wagtail merupakan sistem pengolahan konten sumber terbuka yang dibuat berdasarkan web framework django berlisensi BSD.

  6. Strapi

    Strapi adalah sistem pengolahan konten headless sumber terbuka yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman javascript berdasarkan node.js.

  7. Contentful

    Contentful juga termasuk headless content management system yang cukup powerfull.

Kelebihan cms?

  1. Instalasi mudah dan dokumentasi yang lengkap dengan dukungan komunitas yang besar.
  2. Lebih cepat dan mudah untuk pengembangan website non-web apps.
  3. Tidak harus menguasai bahasa pemrograman terentu.
  4. Plug & Unplug tema atau aplikasi-aplikasi tambahan.
  5. Mudah dipelajari oleh orang awam.
  6. Biaya murah.
  7. opensource (sumber terbuka).

Kekurangan cms?

  1. Masalah kecepatan page load (loading halaman).
  2. Masalah keamanan.
  3. Tema dan plugin premium yang cenderung mahal.

Kesimpulan

Software apapun yang kamu gunakan pastikan semua sesuai kebutuhan klien mu, setiap perangkat lunak pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika kamu ingin membuat website yang cepat dan mudah yang tidak memerlukan kemampuan koding khusus gunakan cms tapi apabila kamu ingin belajar dan mengembangkan website yang lebih kompleks dengan fitur-fitur yang lengkap kamu bisa menggunakan web framework.